Apa itu COVERT Selling?

“Contoh Bahasa Covert Selling”

Contoh kalimat Covert Selling : CURIOSITY – Rasa Penasaran

Misal status Facebooknya seperti ini

“Kebayang nggak sih kalo ikutan KELAS/BIMBINGAN ini, kamu jadi jago jualan di SHOPPE tanpa stok Produk”

“Kebayang nggak sih kalo ikutan KELAS/BIMBINGAN ini, rekening kamu jadi makin gendut gara-gara jualan kamu laris manis”

“Pasti Akan banyak orang yang tadinya bingung mau jualan apa jadi malah gampang banget jualan, bahkan tanpa punya dan tanpa perlu stok kalau sudah ikutan pakai KELAS/BIMBINGAN ini“

Perhatikan kata KELAS/BIMBINGAN ini

ada yang tahu itu KELAS/BIMBINGAN apa? Siapa yang isi materinya?

kenapa bisa bikin orang jadi gampang jualan tanpa perlu stok barang?

nggak tahu kan dan pastinya akan bikin anda penasaran itu KELAS/BIMBINGAN apa, betul?

Nah yang kaya gitu yang akhirnya memunculkan rasa penasaran, karena dalam jualan orang nggak akan bisa langsung beli hanya dalam satu langkah,

harus dibuat kepo dulu, terus dia cari tahu, mulai suka, mulai yakin, dan mau beli.

Kalau misal ada yang tanya, dan itu saatnya baru tawarkan jualan anda.

karena jualan itu harus percakapan 2 arah, kalau 1 arah disebutnya promosi. paham kan sekarang!

Contoh kalimat Covert Selling : AMBIGUITY – Bermakna ganda

Status Facebooknya kira-kira seperti ini

“Baru dibuka Kelas/Bimbingan TAMBANG EMAS DROPSHIP 2.0 langsung LARIS Diserbu Para Dropshiper bahkan emak-emak”

“LUAR BIASA kelas/bimbingan TAMBANG EMAS DROPSHIP 2.0 materinya daging banget, nggak Cuma mindset tapi di kelas ini kita dibimbing sama ahlinya sampe bisa closing, ditambah produk disediakan, tanpa perlu stok, di ajarin jualan sampe laris”

Perhatikan kata LARIS dan LUAR BIASA

Yang dimaksud larisnya itu sudah berapa banyak yang beli webinarnya, atau yang Luar Biasa itu seberapa hebat kegunaannya.

nah itu makanya dibilang Ambiguity, artinya ada banyak. dan kata-kata yang sering digunakan untuk konsep ini biasanya adalah Best Seller, Keren, Gendeng, Luar Biasa, Laris, dll.

Contoh kalimat Covert Selling : EMOTIONALLY – Bersifat Emosional

Kalo di konsep ini harus digabungkan dengan Story Telling, jadi isi statusnya kaya cerita gitu, contoh statusnya kaya gini.

“Masa pandemic COVID-19 kaya gini banyak orang yang kena PHK dan drumahkan, data terakhir per April 2020, sudah ada 2,08 juta orang yang akan menganggur.

Saya kepikiran kalau saya ada di bagian mereka, kebayang nggak sih kita punya penghasilan yang rutin dapet tiap bulan bisa makan enak tiap hari, jajan lancer, bayar ini itu lancar, tiba-tiba berhenti secara dadakan,

makan jadi susah, bisa makan aja udah bersyukur, makin nggak kebayang lagi kalau masih ada cicilan rumah atau kendaraan, motor, mobil

Iis Dahlia aja yang artis juga ikut pusing punya tagihan 250 juta sebulan.

Banyak orang yang biasanya di zona nyaman jadi bingung mau ngapain.

Padahal kalau mereka tau ada kelas/bimbingan yang bikin mereka bisa menghasilkan lagi.

Mengapa kelas/bimbingan yang ini bisa lebih mudah diikutin, sekalipun mereka nggak pernah jualan sebelumnya, nggak punya modal yang banyak, nggak punya produk yang dijual, apalagi modal buat stok barang.

  • PRODUK DISEDIAKAN Anda akan disediakan produk yang laku hingga Ratusan pcs setiap hari.
  • TANPA PERLU STOK BARANG Anda tidak perlu repot stock dan ribet melakukan pengiriman, Biar team mereka yang melakukan semuanya
  • LANGSUNG PRAKTEK JUALAN Anda akan langsung dibimbing praktek jualan sampai closing dengan produk yang sudah mereka sediakan
  • DIBIMBING SAMPAI CLOSING yang penting anda ikuti materinya, belajar dengan giat dan pastinya mau praktek, dan anda akan dibimbing sampai bisa pecah telor.

Ternyata nggak jago jualan dan nggak punya produk buat di jual bukan jadi halangan, sekarang yang penting mah modal niat dan ikhtiar,

kalau kata mentor saya di saat seperti ini kita harus terus “bergerak” bukan Cuma gerak badan tapi yang bangkrut bisa gerak untuk mulai jualan apa aja, mulai cari projekan, intinya jangan diem aja.

Alhamdulillah kalau masih ada solusinya, hati jadi tenang ^_^”

Nah kira-kira seperti itu, ada kata kunci ini intinya : Kebayang nggak sih, kalau misalnya anda, bayangkan, inget deh, kebayang dong, dll.

Gimana sudah paham kan!

Biar lebih paham anda bisa mulai praktekin saja dari sekarang, karena kalau sudah praktek akan ketawan gampang susahnya dimana.

Oia lupa kasih tau link Kelas/Bimbingan yang dari kemarin dibahas ya, ini deh buat yang juga penasaran anda bisa cek disini >> https://www.saputradigital.com/tedropship/ 

P.S: jangan Like, komen apalagi SHARE postingan ini kalau dirasa kurang manfaat ya

Kesimpulan :

Dalam berjualan memang ada banyak cara untuk bisa meningkatkan jumlah sales, dan COVERT SELLING ini adalah salah satu teknik jualan yang cukup diperhitungkan karena sudah banyak orang yang menggunakan teknik ini dan berhasil meningkatkan penjualan mereka.

Cara kerja Covert Selling memang sederhana tetapi yang dituju bukanlah pikiran sadar si pembaca/prospek, melainkan pikiran alam bawah sadar yang di masuki secara mudah tanpa hambatan pikiran sadar.

Ok semoga artikel Pengertian COVERT SELLING “ ini bisa bermanfaat untuk anda, jika bermanfaat anda bisa SHARE artikel ini.

2 Replies to “Apa itu COVERT Selling?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *